Rabu, 12 Januari 2011

Kepingin Tahu Wanita di Sunat..!!


Mutilasi vagina atau yang saya maksud dengan Female Genital Mutilation (FGM) atau istilah halusnya SUNAT PEREMPUAN.. merupakan tindakan sengaja untuk melukai organ kelamin wanita tanpa ada indikasi medis (sumber : WHO)

Tindakan FGM ini dengan melukai organ wanita baik total ataupun partial (sebagian).. Tindakan ini sebenarnya diakrenakan faktor budaya dan juga agama tertentu.. Dan tentu saja ini banyak ditentang karena melanggar HAK ASASI MANUSIA.. Pfiuu menjadi dilema tersendiri..

Larangan FGM atau sunat perempuan diputuskan dalam Konferensi Kaum Wanita sedunia di Beijing China pada tahun 1995. Di Amerika Serikat dan beberapa Negara Eropa, kaum feminis telah berhasil mendorong pemerintah membuat undang-undang larangan sunat perempuan. Di Belanda, khitan pada perempuan diancam hukuman 12 tahun.

Di Indonesia sendiri khitan wanita juga dilarang secara legal, dengan alasan bahwa Indonesia tidak akan bisa melepaskan diri dari ketentuan WHO (WHO melarang keras FGM) dan karena sunat wanita dinilai bertentangan dengan HAM.

Di Indonesia sendiri praktek khitan pada wanita sering kali salah dalam tekniknya, karena cuma dilakukan secara simbolis dengan sedikit menggores klitoris sampai berdarah, atau menyuntik klitoris, bahkan hanya menempelkan kapas yang berwarna kuning pada klistoris, atau sepotong kunyit diruncingkan kemudian ditorehkan pada klitoris anak, bahkan di daerah tertentu di luar Jawa, ada yang menggunakan batu permata yang digosokkan ke bagian tertentu klitoris anak. Itu semua hakekatnya tidak atau belum disunat. Hanya simbolik saja! Ughh..

Sebuah riset yang dilakukan oleh Population Council diketahui dari enam provinsi yang ada di Indonesia yaitu, Sumatra Barat, Banten, Jawa Timur, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan dan Gorontalo, selama 18 bulan Oktober 2001 sampai Maret 2003 menunjukkan adanya medikalisasi sunat perempuan, walau tidak sebrutal dan sekejam seperti yang terjadi di Sudan atau Somalia, namun masyarakat banyak yang percaya bahwa sunat perempuan adalah adat Islam, hal ini ditegaskan dengan adanya salah satu hadis nabi yang dipercaya ada yang menyatakan perihal sunat perempuan.

Namun perlu dicatat, bahwa budaya sunat perempuan sudah ada jauh sebelum Islam turun. Fakta : sunat perempuan tidak dipraktekkan di negara-negara Islam seperti Saudi Arabia atau Lebanon misalnya. Budaya FGM merupakan adat budaya kuno ribuan tahun lalu, yang masih berurat akar dan berlangsung sampai saat ini khususnya di negara-negara Afrika, seperti Mesir (terutama daerah Upper Mesir), Somalia, Sudan, Ghana, dan sedikit daerah di semenanjung Arab seperti minoritas di Syiria, Turki, dan Iraq.

Pelakunya bukan saja masyarakat muslim tetapi juga masyarakat agama lainnya. Seperti di Ghana yang mayoritas beragama Nasrani, dimana praktek sunat perempuan juga dilakukan di kalangan umat Nasrani. Di Mesir sendiri, diperkirakan sekitar 90% perempuan melakukan praktek sunat, alasan yang dikemukakan adalah untuk kebaikan anak perempuan dan juga sebagai perlindungan terhadap perempuan. Pemuka agama setempat jelas-jelas membantah jika dikatakan bahwa sunat perempuan merupakan budaya Islam. Walau ada juga pemuka agama yang pro bahkan mengeluarkan fatwa bahwa sunat bagi laki-laki dan perempuan adalah wajib.

FGM, dilatarbelakangi oleh adat semenjak jaman pagan demi menjaga kesucian seorang wanita supaya masih tetap perawan sampai menjelang pernikahannya serta untuk mencegah seorang wanita menjadi binal dan melakukan pre-marital sex. Ironisnya ada sebagian perempuan-perempuan yang mengalami FGM memang benar-benar pengen tetap perawan terus, artinya rela organ intimnya dijahit kembali. Wow..!


Berikut foto nyatanya anak perempuan lagi disunat :








Baiklah ini fakta-faktanya :

  • Prosedur ini tidak memiliki keuntungan dalam bidang kesehatan
  • Prosedur ini menyebabkan pendarahan masiv, masalah kencing dan pada selanjutnya apabila wanita yang mengalami FGM ternyata hamil bisa menyebabkan komplikasi persalinan dan kematian bayi 
  • Kurang lebih 100-140 juta perempuan di dunia berisiko mengalami FGM dengan rentang umur bayi sampai usia 15 tahun-an
  • Di Afrika sebanyak 92 juta perempuan usia 10 tahun ke atas mengalami FGM
  • DAN TERKAHIR...FGM is internationally recognized as a violation of the human rights of girls and women
Nah dengan fakta-fakta tersebut diharapkan dunia bisa MELEK dengan tindakan ini..

9 komentar:

  1. Ih,,, ngery gan,,

    visit : www.artikelkomputer.net

    BalasHapus
  2. nga usah heran kalau lihat yang seperti ini. makanya buka mata.

    BalasHapus
  3. parah .. Sunat nya pake SILET gan ...
    itu kan VAGINA orang ... Salah Dikit Berabe ....

    BalasHapus
  4. Sebenarnya sunat itu untuk menghindari bersembunyinya berbagai bakteri di lipatan2 gelambir kelamin wanita dan kulit penutup glen bagi pria,dan yg harus di buang itu, kulitnya, bukan memotong sedikit klitorisnya, gan. jadi, sunat itu baik untuk kesehatan. Orang2 yg duduk di WHO itu kebanyakan Atheis, jadi mereka memaksa kita untuk untuk mengaburkan kebenaran yg hakiki, sehingga lama kelamaan kita melupakan Allah, dan meninggakan Agama. Trus HAM sendiri dah ada sejak turunnya Rasulullah, mengangkat derajat wanita yg dulunya sama sekali tidak dianggap oleh kaum lelaki.JAdi artinya tempatkan posisi masing2, Wanita pada hakikatnya sebagai wanita yg punya kehormatan, jangan menjadi laki2. Faktanya negara yg menggembar-gemborkan HAM sendiri, selalu melanggar HAM.

    BalasHapus
  5. setuju dengan ozzie.,mungkin perihal fakta2 yang di perlihatkan ini merupakan salah satu penghasutan dari kaum2 yahudi.
    buka mata kalian jika kalian memang benar2 orang islam.,dalam hukum agama sunat bagi laki2 dan perempuan merupakan wajib hukumnya.

    BalasHapus
  6. hadeeh,. dua komen diatas ane emg udah jadi ciri khas orang muslim ya..?

    berpikiran picik ama kaum laen, cari-cari alasan untuk membenarkan yang salah, that's it.

    emg bener disunat untuk cowok itu bisa utk menjaga kebersihan, tpi klw utk cewek? bner2 maksa tau! kasihan mereka yg kelaminnya sendiri dipotong-potong pake silet kayak gitu! bener2 gak perlu.

    BalasHapus
  7. ga perlu banget kalau cwek disunat, emang dari sananya ga bakal ada bakteri kok. kecuali laki-laki disunat, itu baru wajar, kan kalau daging tertutup kulit bisa lembab dan berdaki.
    (kalau mau, kalau ga mau jg ga apa, asal rajin disabunin)

    kalau vagina ?? ga ada tuh, malah mereka rajin kan bersihin tiap hari

    *badan yang udh dikasih oleh yg mahakuasa tanpa cacat, kok sengaja mau di cacatin !

    BalasHapus

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...